My Diary.
to Share my Life Events

Tujuan Diterapkannya Manajemen Inventory



Dalam mengurus manajemen persediaan, hal yang harus diurus yaitu pengelolaan bahan baku, barang dagang, barang yang diproses, dan barang yang di-supply pada sebuah perusahaan. Menggunakan aplikasi sistem inventory akan memudahkan Anda mengelola stok barang perusahaan Anda, apabila ingin membuat aplikasinya sekarang sudah ada jasa pembuatan software inventory untuk kebutuhan perusahaan Anda. Diterapkannya manajemen persediaan dalam suatu perusahaan bertujuan untuk memaksimalkan pengelolaan persediaan barang yang ada dengan biaya seminimal mungkin sehingga membantu perusahaan agar mendapatkan laba yang besar. Tujuan lain diterapkannya manajemen persediaan adalah sebagai berikut:

1. Memberi kemudahan dalam mengecek persediaan stok yang tersisa

2. Mengurangi resiko keterlambatan dalam pengiriman barang kepada konsumen

3. Jadwal produksi dapat disesuaikan oleh perusahaan

4. Dapat mengurangi resiko jika terjadi kenaikan harga secara tiba-tiba

5. Mengantisipasi perubahan permintaan dan penawaran secara mendadak dari konsumen

6. Menjaga persediaan barang yang diproduksi secara musiman

7. Perusahaan mendapatkan keuntungan dari quantity discount


Jenis perusahaan yang membutuhkan adanya manajemen persediaan adalah perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur. Pada perusahaan dagang yang dimaksud persediaan itu sendiri adalah persediaan barang dagang yang sebelumnya dibeli atau didapatkan dari supplier. Mengingat pentingnya sistem inventory barang dalam dunia bisnis sekarang maka dari itu jasa pembuatan program inventory hadir di Indonesia.



Mengelola persediaan barang pada perusahaan dagang tidak sesulit pada perusahaan manufaktur dikarenakan persediaan barang pada perusahaan dagang dibeli untuk kemudian dijual kembali dan penjualannya tidak membutuhkan waktu yang lama sehingga modal yang dikeluarkan dan didapatkan relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan perusahaan manufaktur yang relatif lebih lambat.



Di dalam manajemen persediaan terdapat 2 model manajemen yang umum atau sering digunakan oleh perusahaan yaitu Model Economic Order Quantity (EOQ) dan Model Just in Time atau Model Tepat Pada Waktu (JIT). Untuk Model Economic Order Quantity (EOQ), penerapannya sesuai untuk perusahaan manufaktur. Sementara model manajemen yang sesuai diterapkan pada perusahaan dagang yaitu Model Just in Time (JIT).



Model Just in Time (JIT) merupakan model manajemen dimana perusahaan diusahakan seminimal mungkin tidak memiliki stok atau persediaan barang sehingga persediaan bernilai 0 atau paling tidak mendekati nilai 0. Dengan demikian, perusahaan tidak harus menanggung biaya persediaan barang atau bahan baku. Persediaan bahan baku akan datang pada saat perusahaan membutuhkan persediaan bahan baku tersebut dengan jumlah yang sesuai sehingga tidak ada sisa bahan baku yang tersimpan sebagai stok.
Oktaviani91 Oktaviani91 Author